mau ke kelas D107
Halo, selamat siang. Sekarang saya lagi dengerin lagunya James Taylor sebelum kelas Pelaksanaan APBN. Sekitar 45 menit lagi saya bakal masuk.
Kesempatan kali ini, saya mau cerita gimana perjuangan saya untuk masuk perguruan tinggi.
Dari awal SMA, pilihan jurusan saya selalu berubah, hell, bahkan sejak SMP saya udah labil. Dulu saya pengen banget masuk Hubungan Internasional atau Sastra Inggris. Kenapa? Saya suka banget bahasa Inggris dan kalau menemui kesulitan, saya gak mau nyerah sampai ketemu apa yang dimaksud, dan dengan nyatuinnya sama hubungan internasional, saya yakin bisa bawa nama Indonesia ke taraf internasional.
Mimpi saya sempat kandas ketika orang tua gak begitu menyetujui pilihan jurusan saya waktu itu. Menurut mereka prospek kerjanya gak meyakinkan dan aneh. Tapi, gue berhasil ngeyakinin kedua orang tua gue sampai pada akhirnya gue masuk SMA.
Dulu gue mau masuk IPS, udah daftar, terus orang tua gue bilang gimana nanti kalo kamu mau pindah haluan? Jadi dokter, misalnya. Pada saat itu saya mikir ada benernya juga. Akhirnya saya balik lagi ke sekolah, buat ganti ke IPA. Dulu pas baru masuk kelas 10, saya merasa sangat sulit mendapat nilai bagus karena notabene anak-anak disana rajin dan ditambah standar pelajarannya yang sedikit lebih diatas.
Singkat cerita, saya sampai di kelas 12 dengan perjuangan saya yang bisa dibilang tidak mudah dan saya mulai memikirkan jurusan yang akan saya ambil. Awalnya, bingung banget mau kemana sampai pada akhirnya nyoba Sastra Inggris lewat PPKB UI. Tidak diterima, saya mencoba lagi di SBMPTN. Jurusan yang saya paling inginkan adalah Perencanaan Wilayah dan Kota. Gagal lagi, saya mendaftar jalur-jalur mandiri di PTN lain dan hampir semuanya dengan jurusan yang sama. Dan semuanya gagal. Hampir menyerah, akhirnya saya mendaftar di UPN "Veteran" Jakarta dan lolos di Ilmu Gizi, begitu juga di Politeknik Negeri Jakarta di jurusan Telekomunikasi.
Di tengah pergumulan saya untuk mendapatkan PTN, saya juga mendaftarkan diri ke PKN STAN. Anjuran orang tua saya yang sangat tinggi untuk meneruskan pendidikan kesini. Awalnya, saya menolak dengan sangat karena saya ingin jauh dari orang tua. Tapi Tuhan berkata lain dan akhirnya saya menjadi mahasiswi PKN STAN. Sebulan terakhir sebelum SPMB memang sudah mulai muncul keinginan saya untuk masuk sini dan akhirnya bertekad untuk mewujudkannya. Puji Tuhan.
Ini baru langkah awal bagi saya karena saya harus menyelesaikan pendidikan saya disini dan masuk ke dunia kerja.
Semua berkat Tuhan Yesus, orang tua dan teman-teman saya yang selalu mendukung saya di setiap langkah yang saya ambil. Semoga semua yang saya lakukan menjadi berkat bagi teman-teman, untuk bangsa dan agama. Ini ada beberapa dokumentasi dari saya SMA sampai orang tua saya bisa foto di air mancur.
Kalau ada teman-teman yang sedang bergumul, inget aja: this too shall pass!
Nulis ini ditutup pake lagunya Tulus yang Sewindu. Selamat malam dunia, juga rakyat Indonesia!
Asikkk ada acuuuu❤️❤️❤️
ReplyDeletemweeheheh😚
DeleteDONT
ReplyDelete